Kabar tersebut memunculkan pertanyaan apakah pemimpin tiran itu benar-benar mati karena bunuh diri di bungkernya, seperti yang selama ini diketahui. Fakta baru itu bisa jadi juga memaksa untuk dilakukannya penulisan ulang buku-buku sejarah. Artinya, bisa jadi tengkorak yang ditemukan itu bukanlah bagian dari tubuh Hitler.
Arkeolog Amerika Serikat Nick Bellantoni menemukan fragmen-fragmen dari tengkorak itu terlalu tipis untuk seorang pria, dan diyakini sebagai milik seorang perempuan muda.
"Tulangnya terlihat sangat tipis. Tulang seorang pria biasanya lebih kuat. Ia malah cocok dengan perempuan antara usia 20 dan 40 tahun," kata Dr Bellantoni, dikutip dari The Sun, Senin 28 September lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar