Senin, 18 Februari 2013

Titik Balik Peperangan Di Front Timur, Awal Dari Kekalahan Jerman!

Para prajurit Jerman membeku dalam dinginnya musim dingin di Stalingrad, yang banyak disebut sebagai titik balik Perang Dunia II di Eropa


Pasukan Jerman bersama sukarelawan Cossack bahu membahu bertempur di dalam kota Warsawa melawan pemberontakan dari para Yahudi ghetto (1944)


Tawanan Jerman yang bonyok habis digebuki, sedang dibawa oleh para milisi Free French


Seorang pasukan SS berseragam lengkap siap tempur dala invasi besar-besaran terakhir Jerman ke Ardennes di front Barat yang kemudian terkenal sebagai 'The Battle Of Bulge'. Foto ini menjadi begitu terkenal, tapi tetap identitas si prajurit masih tetap menjadi misteri. Yang jelas, dia masih hidup sampai beberapa tahun yang lalu tapi menolak setiap akses dan permintaan untuk mewawancarai dirinya!


General der Artillerie Helmuth Weidling (kiri), pemegang Schwerter, bersama para staffnya menyerah kalah pada pasukan Merah yang telah menguasai Berlin, Mei 1945. Bagi yang sudah pernah menonton film "Der Untergang" (atau "Downfall", untuk versi bahasa Inggrisnya) pasti tahu si jenderal tua pemberani ini!



Di akhir 1941, yakni 6 bulan dari Operasi Barbarossa dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, invasi Jerman Reich telah menelan korban di pihak Rusia lebih dari 6 juta serdadu, setengah tewas di medan perang, dan setengahnya lagi ditawan oleh pasukan Jerman, belum terhitung lagi pendudukan wilayah dan kerugian materil lainnya.Namun oleh pertolongan musim dingin, pasukan Jerman yang lelah terhenti setelah begitu dekat dengan Moskow dan dapat dipukul mundur.

Namun ketika musim panas 1942 datang, Rusia masih terlalu lemah dari pukulan yang bertubi-tubi, sementara militer Jerman siap mendemonstrasikan sekali lagi kekuatannya yang menakutkan.

Para jendral di OKW (OberKommando der Wehrmacht) atau panglima tertinggi angkatan bersenjata Jerman Reich, ingin mencoba sekali lagi untuk melakukan penyerangan ke arah Moskow untuk menduduki ibukota Negara tersebut, menusuk tepat di jantung, dan menghancurkan seluruh sisa pertahanan Rusia. Namun, saat itu Hitler telah secara individu memegang tampuk kekuasaan tertinggi di hierarki militer Jerman Reich, dan semakin jarang mau mendengar nasihat jendral-jendralnya.. :(

Pada April 1942, Hitler mengeluarkan “Perintah Perang 41” (kita sebut saja PP41), yang berisikan detil rencananya di front timur untuk musim semi 1942, dikenal juga dengan kode ”Operation Blue”. Rencananya adalah untuk mengumpulkan seluruh pasukan tempur yang tersedia di front timur dan mengkonsentrasikannya di sayap selatan, hancurkan seluruh pertahanan Rusia disana, kemudian maju dengan 2 ujung tombak yang mengemban misi untuk menduduki seluruh pusat industri di selatan Rusia, dengan rincian sebagai berikut:

1. Ujung Tombak 1, maju ke Tenggara melalui wilayah pegunungan Kaukasus untuk menduduki daratan dengan kandungan minyak yang kaya.
2. Ujung Tombak 2, maju ke Timur ke Stalingrad yang pada waktu itu merupakan kota pusat industri di sisi barat dari sungai Volga yang besar, sebagai jalur utama transportasi air Rusia dari utara Moskow sampai dari laut Caspia di selatan.

Penting untuk diingat bahwa ketika PP41 dikeluarkan, Hitler belum memerintahkan untuk menduduki Stalingrad. Perintahnya adalah “hanya untuk mencapai Stalingrad, hujani dengan artileri berat untuk meratakan kawasan industri disana”. Pada hari pertama, kedua ujung tombak Jerman menuntaskan misi ini tanpa kesulitan berarti. Namun pada akhirnya adalah pertempuran keras kepala untuk menduduki Stalingrad yang merubah semuanya (diperparah oleh penolakan Hitler untuk mundur dari Stalingrad), yang ia harus bayar mahal dengan kehilangan seluruh unit tempurnya di selatan front timur.

Karena begitu pasukannya masuk ke kota yang dinamakan dari Stalin, sang diktator Soviet yang juga merupakan musuh ideologi Hitler, tiba-tiba Hitler menjadi terobsesi untuk menduduki Stalingrad, dan terus terobsesi sampai seluruh kekuatan Jerman Reich di selatan Rusia dihancurkan sampai tentara terakhir.

Cerita dimulai..
Serangan Jerman di selatan Rusia dimulai pada 28 Juni 1942, setahun setelah invasi ke Rusia dimulai. Armada darat Jerman dengan Bltizktriegnya, maju dengan kecepatan mematikan, dengan sekutu Itali, Romania dan Hungaria mengikuti dari belakang, yang diberikan tugas untuk melindungi Flank (sisi) pasukan Jerman. Hasilnya, garis depan Rusia jatuh dalam hitungan hari, mengantarkan Jerman ke pertahanan alami Rusia yang paling sulit ditembus, yakni sungai Volga.

Pada 28 Juli 1942, dalam keputus-asaan untuk mencegah kejatuhan Stalingrad, Stalin mengeluarkan “Perintah 227” yang berbunyi, “Setiap jengkal tanah Soviet harus dipertahankan mati-matian sampai darah dari orang terakhir menetes.”, lalu Polisi Rahasia ditempatkan tepat dibelakang garis depan Rusia dengan perintah untuk membunuh siapa saja yang lari mundur.

Namun setelah semua dilakukan, Grup Pasukan* 62 dan Grup 64 Rusia di barat Stalingrad tetap saja tidak mampu menahan laju pasukan Jerman. Mereka terpukul mundur kedalam kota.
* Grup Pasukan (Army Group) = terdiri dari beberapa Korps, Korps = terdiri dari beberapa Divisi, Divisi = terdiri dari beberapa Resimen, dst.

23 Agustus 1942, ujung tombak Army Group 6 Jerman sampai di bantaran Volga tepat di utara kota Stalingrad dan menduduki 8 km dataran di pesisir Volga, kemudian Tank dan Artileri Jerman mulai menenggelamkan Ferri dan Kapal yang lalu lalang di Volga. Pada hari itu, unit lain dari Grup 6 Jerman mencapai perbatasan kota, dan ratusan bomber dari Armada Udara 4 Luftwaffe mulai menghujani kota dengan bom, dan terus berlangsung sampai berminggu-minggu menghancurkan setiap bangunan yang ada.. Perang di Stalingrad telah dimulai.

C.Q.B. (Close Quarter Battle)
Pada hari pertama pertempuran kota, pihak Jerman penuh dengan keyakinan meskipun perlawanan pertahanan Rusia sangat tangguh, akan segera menduduki kota. Sementara dari pihak Rusia, keadaan tidak menjadi lebih baik. Pertahanan Rusia terdiri dari 40.000 serdadu pada awalnya, namun tak lebih dari prajurit cadangan yang sangat tidak siap secara perlengkapan, semua orang mengasumsikan bahwa Stalingrad akan jatuh dalam beberapa hari.

Satu-satunya alasan mengapa Stalingrad masih belum jatuh ke tangan Jerman, adalah karena kombinasi dari kepemimpinan perwira tinggi Rusia dengan kemampuan militer yang brilyan, dan tentu saja perlawanan sengit dari pasukan Rusia yang didorong oleh rasa takut dibunuh Polisi Rahasia.

Ada 2 perwira tinggi Rusia yang diberikan tugas menyelamatkan Stalingrad:

Pertama, Jendral Vasily Chuikov, deputi panglima komando dari Grup 64 selatan Stalingrad, seorang yang sangat agresif menerapkan strategi, kemudian dinaikan pangkat menjadi Komandan Regional dengan bonus jabatan: situasi gawat di Stalingrad. Dengan Grup 62 yang masih bertahan di dalam kota Stalingrad dibawah kendalinya, Chuikov diberikan pertanyaan pada hari pertamanya di kantor, “Bagaimana pemahaman anda terhadap misi yang diemban?”, Chuikov menjawab, “Kita akan mempertahankan Stalingrad, atau kita mati”. Banyaknya serdadu Rusia yang mati di medan perang kemudian adalah bukti keseriusan ucapannya.

Ketika Jendral Chuikov menginjakan kaki nya di Stalingrad, Grup 62 telah kehilangan setengah pasukannya. Dan telah jelas bagi para serdadu bahwa Stalingrad telah menjadi perangkap tikus, dan banyak dari mereka mencoba lari menyebrang sungai Volga. Jendral Chuikov paham bahwa waktu harus dibeli dengan darah.

Satuan elit kemudian ditempatkan di sisi lain sungai Volga diberikan tugas khusus untuk menembak setiap serdadu yang mencoba kabur menyebrang. Meskipun banyak prajurit yang tewas, terapi kejut ini memberikan Chuikov waktu untuk mencoba menahan tekanan dari garis depan Jerman.

Ekspektasi hidup bagi prajurit Rusia yang berada di dalam pertahan kota adalah 24 jam! Seluruh unit dikorbankan demi pertahanan Stalingrad. Ada satu unit tempur yang mungkin paling dikorbankan dibandingkan unit lainnya, yakni satuan elit Divisi 13 Penjaga, yang dikirim menyebrang Volga masuk kota dengan 10.000 serdadu, dimana dalam 24 jam pertama hanya tersisa 320! Persentase kematian 97% yang mungkin terbesar dalam sejarah perang di muka bumi ini. Tapi mereka berhasil menyelamatkan Stalingrad.

Perang di dalam kota Stalingrad memiliki konsentrasi kekuatan Jerman dan intensitas pertempuran yang belum pernah terjadi sebelumnya selama Perang Dunia 2, dengan beberapa Divisi dari masing-masing pihak bertempur di garis depan dengan area tempur membentang hampir 2 kilometer! Jendral Chuikov harus memindahkan dirinya dari pos komando yang satu ke pos komando lainnya untuk menghindari terbunuh ataupun tertangkap.

Namun hanya dengan mengirim pasukan tambahan untuk menggantikan yang tewas nampaknya tidak cukup. Maka untuk mengurangi kehilangan yang begitu besar, strategi Chuikov adalah dengan memperdekat ruang tempur posisi antar garis depan sampai begitu dekat, sehingga pesawat pembom Jerman Stuka tidak memiliki pilihan lain untuk menjatuhkan bomnya dengan resiko membunuh pasukannya sendiri.

Hasilnya, pertempuran di Stalingrad berubah menjadi serangkaian Skirmish (kontak skala kecil) di setiap jalan, di setiap rumah, di setiap gedung, di setiap lantainya, bahkan di setiap ruangan yang berada di dalam gedung tersebut. Sebuah pos dapat berganti alih kuasa setelah baku tembak berdarah sampai 15 kali setiap minggunya! Puing-puing kota Stalingrad pun telah menjadi tempat penjagalan dengan para Sniper (penembak jitu) dari kedua belah pihak sebagai algojonya, dimana pada akhirnya adalah pihak Rusia yang kemudian mengumpulkan nilai terbanyak dalam adu bunuh jarak jauh tersebut, menewaskan banyak perwira Jerman termasuk diantaranya seorang kepala sekolah Sniper Waffen SS yang ditugaskan untuk memburu seorang pahlawan sniper Rusia.

Serdadu Rusia memberikan nama “Akademi Tempur Jalanan Stalingrad” kepada kota tersebut. Mereka pun hampir selalu dalam keadaan kelaparan dikarenakan arus logistik yang menyebrang sungai Volga ditenggelamkan bomber Jerman Stuka, begitupun halnya terjadi kepada kapal-kapal yang berisikan pasukan tambahan yang akhirnya tenggelam sebelum mencapai di kota Stalingrad dan menelan banyak korban.

Namun bombardir oleh Tank dan Stuka Jerman tak lama kemudian pun ditandingi oleh pihak Rusia yang menempatkan artileri di seberang Timur sungai Volga, mulai dari Mortar sampai Roket Katyusha. Stuka Jerman pun tak berdaya untuk melumpuhkannya karena dilindungi oleh banyak artileri anti udara. Angkatan Udara Rusia pun secara perlahan meningkatkan serangannya dengan bertambahnya produksi pesawat tempur dan perekrutan pilot-pilot baru.

Bagi para prajurit dan sisa sipil yang bertahan di dalam kota, hidup di Stalingrad adalah kebisingan neraka yang tak berhujung berupa suara letusan kontak senjata, ledakan bom, dan suara mendirikan bulu roma dari siulan roket Katyusha dan tukikan pesawat pembom Stuka.

Pada akhir Oktober 1942, garis depan Rusia telah terpukul sedemikian rupa sehingga hanya menduduki kantong-kantong kecil di dalam kota. Namun mereka diselamatkan oleh keletihan tentara Jerman, kekurangan amunisi, dan musim dingin kejam Rusia yang kembali datang tanpa belas kasihan.

Tapi Hitler yang mulai frustasi oleh posisi imbang ini, mulai mendorong divisi-divisi cadangan ke garis depan. Hal ini melemahkan sisi pertahanan Jerman di garis belakang di Selatan dan Barat Stalingrad. Hitler berasumsi bahwa pihak Rusia telah menghabiskan seluruh cadangan pasukannya untuk menahan garis depannya di dalam kota, yang merupakan kesalahannya yang terbesar.

Serangan Balik Rusia
Jendral Zhukov, Field Marschall Rusia merencanakan sebuah serangan balik besar-besaran yang diberikan kode nama “Operation Uranus”, yang akan memukul Jerman di dua titik lemahnya, yakni di 100 kilometer Barat Stalingrad, dan di 100 kilometer Selatan. Dua ujung tombak Rusia tersebut rencananya akan bertemu di Tenggara Stalingrad setelah menghancurkan garis belakang dan sisi pertahanan Jerman, kemudian mengepung kota Stalingrad dan seluruh Grup 6 Jerman di dalamnya, memutuskan jalur logistik. Sebuah tipikal rencana Bltizkrieg, namun kali ini sebagai senjata makan tuan.

Persiapan Rusia meliputi setiap aspek operasional dan logistik dilakukan dengan sangat matang, dan dalam kerahasiaan. Lebih dari satu juta prajurit disiapkan, 14.000 artileri berat, 1000 tank T-34, dan 1350 pesawat tempur. Jumlah yang sekarang jauh diatas seluruh pasukan Jerman yang ada di Stalingrad. Dan ketika rencana serangan balik ini diketahui lawan pada akhir Oktober, telah terlambat bagi pihak Jerman untuk melakukan apapun. Meski sebenarnya adalah obsesi Hitler yang secara fatal membuat lambatnya reaksi dari pihak Jerman, dimana ketika semua jendral Jerman Reich memohon kepadanya untuk mengevakuasi Grup 6 dari Stalingrad, Hitler malah dengan lantang berteriak, “Saya tidak akan meninggalkan Volga!”.

Serangan balik Rusia dimulai pada 19 November 1942, yakni 3 bulan setelah perang Stalingrad dimulai. Rusia memukul sisi pertahanan Jerman yang dijaga oleh Grup 3 dan Grup 4 sekutu Romania. Rusia mengetahui dari intelijen bahwa sekutu Jerman yang satu ini paling buruk moral pasukan dan persediaan logistiknya.

Dibawah tekanan mendadak artileri Rusia dan barisan Tank, pertahanan Romania jatuh dalam hitungan jam, dan menyerah dalam 2 hari. Dan ketika beberapa unit Jerman dikirim untuk membantu, semuanya sudah terlambat. Dalam 4 hari, 2 ujung tombak serangan balik Rusia tersebut telah berhasil bertemu di 100 kilometer Tenggara Stalingrad sesuai rencana.

Pasukan Jerman yang Terperangkap
Seluruh pasukan Grup 6 Jerman Reich sekarang terperangkap di dalam dan di sekitar kota Stalingrad. Untuk mencegah Jerman keluar dari kepungan, garis depan Rusia memperluas jarak yang memisahkan Grup 6 Jerman dengan ujung tombak Jerman lainnya diluar Stalingrad dengan mempertebal garis pertahanan sampai mencakup luas area lebih dari 100 kilometer, ini dilakukan dengan cara menempatkan 60 divisi dan 1000 tank. Sebagai reaksi, Hitler memerintahkan Jendral Von Paulus, panglima komando Grup 6 untuk tetap pada posisi dan mempertahankannya dengan segala cara, bertolak belakang dari nasihat seluruh jendralnya agar segera memerintakan Paulus untuk mencoba keluar dari kepungan.

Hermann Goering, Reichsmarschall menjanjikan Hitler akan menerbangkan 500 ton logistik setiap harinya kepada pasukan Von Paulus. Namun Goering tidak terlebih dahulu konsultasi dengan staf-stafnya di Luftwaffe ketika menjanjikan ini kepada Hitler, bahwa kenyataannya janji tersebut jauh diatas kapasitas sebenarnya Luftwaffe pada waktu itu, tapi bagi Goering, itu adalah janji yang Hitler ingin dengar. Meskipun begitu, operasi suplai logistik melalui udara pun dilakukan. Dalam proses suplai tersebut, Luftwaffe kehilangan 488 pesawat kargo karena tertembak jatuh, yang pada akhirnya hanya 100 ton logistik per hari terealisasi, membuat pasukan Grup 6 secara cepat kehilangan kemampuan bertempur karena kekurangan amunisi dan kelaparan.

Baru setelah 3 minggu kemudian, Jendral Von Manstein, panglima komando Ujung Tombak Jerman lain yang berada di Selatan Rusia mencoba menembus pertahanan Rusia, yakni pada 12 Desember 1942. Namun ia tak sanggup mencapai Grup 6 Von Paulus. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1943, setelah berulangkali memberikan ultimatum kepada Von Paulus untuk menyerah, Zhukov memutuskan untuk memberikan pukulan terakhir untuk menghancurkan seluruh pasukan Grup 6 Jerman yang bertahan di dalam kota Stalingrad.

47 Divisi Rusia menyerang Grup 6 Von Paulus dari berbagai arah. Setiap serdadu Jerman bertahan sampai titik darah penghabisan karena kepercayaan bahwa tertawan pihak Rusia adalah sama dengan mati. Namun seminggu kemudian, garis depan Jerman yang kelaparan dipukul mundur masuk kedalam kota setelah kehilangan setengah pasukannya.

Lalu pada 22 Januari 1943, kedinginan, kelaparan, pertahanan terakhir Grup 6 pun jatuh. Hitler langsung mempromosikan Jendral Von Paulus menjadi Field Marshal dan mengingatkan bahwa belum pernah ada Field Marshal Jerman tertangkap hidup-hidup dalam sejarah Jerman. Namun Von Paulus tertangkap keesokan harinya ketika sedang bersembunyi di cellar sebuah rumah.

Akhir Cerita
Pada 2 Februari 1943, seluruh sisa pasukan Grup 6 tertawan oleh Rusia.. Hitler murka, dan menyalahkan Von Paulus dan Goering bertanggung jawab atas kekalahan ini. Jerman kehilangan 150.000 prajurit tewas, dan 91.000 tertawan (Dimana hanya 5000 yang selamat dari penjara Rusia bertahun-tahun kemudian). Total prajurit pihak Jerman yang tewas di medan pertempuran Stalingrad adalah 300.000 orang termasuk prajurit sekutu Itali dan Romania. Sementara di pihak Rusia adalah 500.000 serdadu dan sipil.

Namun pukulan paling telak yang sebenarnya bagi Jerman Reich oleh kekalahan di Stalingrad ini adalah, hilangnya citra tak terkalahkan dan menakutkan yang selama ini selalu membuat lawan manapun bergetar ketakutan. Mata dunia terbuka dan tersadarkan bahwa pasukan Jerman hanyalah manusia biasa dan dapat dikalahkan. Ini menaikan moral pasukan Rusia, Inggris dan Amerika, dan sebaliknya menurunkan moral seluruh sisa pasukan Jerman dan jendral-jendralnya, yang kemudian menjadi titik balik penting Perang Dunia 2.

Karena setelah perang Stalingrad, keadaan mulai berbalik. Pasukan Jerman diseluruh Eropa mulai perlahan-lahan dipukul mundur oleh pasukan sekutu yang mulai yakin bahwa perang ini dapat dimenangkan.

Grup Pasukan 62 Rusia diberikan kehormatan naik status menjadi pasukan elit “Penjaga” Rusia, dimana 2 tahun kemudian Jendral Chuikov sendiri yang memimpin pasukan lulusan “Akademi Tempur Jalanan Stalingrad” itu masuk ke Berlin pada tahun 1945. Bahkan Chuikov secara pribadi yang menerima secara simbolis menyerahnya Jerman ketika Berlin jatuh pada tanggal 1 Mei 1945. Jendral Chuikov dipromosikan menjadi Field Marshal, dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Rusia sampai tahun 1960.


sumber by: http://alifrafikkhan.blogspot.com
BACA SELENGKAPNYA - Titik Balik Peperangan Di Front Timur, Awal Dari Kekalahan Jerman!

Senin, 11 Februari 2013

5 pertempuran paling besar dalam perang dunia ke 2

1. Pertempuran Britannia: 
Pertempuran Britannia adalah pertempuran antara Luftwaffe ( Angkatan Udara Jerman ) dengan RAF (Angkatan udara Inggris) pada tahun 1940-41. Pertempuran ini dilatari oleh upaya Jerman untuk membom daratan Inggris dari udara. Upaya ini dicegah oleh RAF yang mengirim pesawat-pesawat tempurnya untuk menghadang skuadron pesawat pembom Jerman. Sebab pemrintah Inggris sadar bila udara Inggris sampai dikuasai Jerman, maka akan sangat mudah bagi Jerman untuk menginvasi Inggris melalui operasi Singa Laut. Pada pertempuran ini AU Jerman (Luftwaffe) mengerahkan 1.200 Pesawat Pembom maupun Pemburu yang terdiri dari jenis Heinkel He-111H (Pembom medium ), Junkers JU-88 (Pembom cepat ), Dornier Do-17Z (Pembom ringan ), Messerschmitt Bf-109 ( pemburu ) dan Junkers Ju-87 Stuka ( pembom tungkik ). Sedangkan sebagai penangkalnya RAF mengerahkan 650 pesawat pemburunya yang terdiri dari Spitfire , Hawker Hurricane dan Bristol Beufighter. Dalam Pertempuran ini baik Luftwaffe maupun RAF menderita korban yang cukup banyak dan sebagian kota London hancur karena serangan pembom Jerman yang bertubi-tubi. Tetapi entah mengapa, Hitler menunda operasi Singa Laut, sehingga serangan udara terhadap Inggris disurutkan pada tahun 1941.
 
 2. Pertempuran Stalingrad: 
Pertempuran Stalingrad, terjadi pada 23 Agustus 1942 hingga 2 Februari 1943, merupakan pertempuran sengit antara Jerman dan sekutunya melawan Uni Soviet, memperebutkan kota Stalingrad (yang sekarang bernama Volgograd), dalam Perang Dunia II. Pertempuran ini dianggap sebagai titik balik Perang Dunia II, dan sebagai pertempuran paling berdarah sepanjang sejarah, dimana 1,5 juta orang lebih terbunuh dari kedua pihak. Kedua pihak bertempur dengan brutal dan tidak memperdulikan korban warga sipil. Pertempuran ini terdiri dari beberapa fase, yaitu pengepungan Jerman terhadap Stalingrad, pertempuran dalam kota, serangan balik Soviet, serta pengepungan serta penghancuran kekuatan-kekuatan Poros di sekitar Stalingrad, yang ditulangpunggungi Tentara Keenam Jerman.
  
3. Pertempuran El Alamein:  
Pertempuran El Alamein Pertama terjadi di antara 1 Juli dan 27 Juli 1942. Pasukan Jerman sudah maju ke titik pertahanan terakhir sebelum Alexandria dan Terusan Suez. Namun mereka telah kehabisan suplai, dan pertahanan Inggris dan Persemakmuran menghentikan arah mereka.
Pertempuran El Alamein Kedua terjadi di antara 23 Oktober dan 3 November 1942 sesudah Bernard Montgomery menggantikan Claude Auchinleck sebagai komandan Eighth Army. Rommel, panglima cemerlang Korps Afrika Tentara Jerman, yang dikenal sebagai “Rubah Gurun”, absen pada pertempuran luar biasa ini, karena sedang berada dalam tahap penyembuhan dari sakit kuning di Eropa. Montgomery tahu Rommel absen. Pasukan Persemakmuran melancarkan serangan, dan meskipun mereka kehilangan lebih banyak tank daripada Jerman ketika memulai pertempuran, Montgomery memenangkan pertempuran ini.Sekutu mempunyai keuntungan dengan dekatnya mereka ke suplai mereka selama pertempuran. Lagipula, Rommel hanya mendapat sedikit atau bahkan tak ada pertolongan kali ini dari Luftwaffe, yang sekarang lebih ditugaskan dengan membela angkasa udara Eropa Barat dan melawan Uni Soviet daripada menyediakan bantuan di Afrika Utara untuk Rommel. Setelah kekalahan Jerman di El Alamein, Rommel membuat penarikan strategis yang cemerlang ke Tunisia. Banyak sejarawan berpendapat bahwa berhasilnya Rommel pada penarikan strategis Korps Afrika dari Mesir lebih mengesankan daripada kemenangannya yang lebih awal, termasuk Tobruk, karena dia berhasil membuat seluruh pasukannya kembali utuh, melawan keunggulan udara Sekutu dan pasukan Persemakmuran yang sekarang diperkuat oleh pasukan AS.
 
4. Pertempuran Berlin: 
Pertempuran Berlin adalah salah satu pertempuran terakhir dari Teater Perang Dunia II di Eropa. Angkatan darat Soviet yang besar di bawah pimpinan Georgy Zhukov dan Ivan Konev menyerang Berlin dari timur. Pertempuran ini berlangsung dari akhir April 1945 sampai awal Mei.
 
5. Pertempuran Kharkov Ketiga : 
Pertempuran Kharkov Ketiga adalah serial operasi militer yang dilaksanakan oleh Jerman melawan Tentara Merah di sekitar kota Kharkov (Kharkiv), antara 19 Februari dan 15 Maret 1943. Disebut oleh Jerman sebagai Kampanye Donet, dan oleh Soviet sebagai operasi DOnbas dan Kharkov, serangan balasan Jerman menyebabkan kehancuran 52 divisi Soviet dan merebut kembali kota Kharkov dan Belgorod
.
BACA SELENGKAPNYA - 5 pertempuran paling besar dalam perang dunia ke 2

Minggu, 03 Februari 2013

percakapan seorang sarjana dengan senior nya

Suatu ketika saya berdiskusi dengan seorang sarjana yang sedang menamatkan tesis PhD-nya. Saya sangat terkejut ketika dia mengatakan kalau tesisnya berkaitan dengan sosok pemimpin besar Nazi, yaitu Adolf Hitler. Saya katakan padanya “Apakah sudah habis semua tokoh Islam di dunia ini hingga ia pun memilih “si kejam ini” untuk dijadikan bahan penelitian?”. Dia tertawa lalu bertanya apa yang aku ketahui tentang Hitler? Saya lalu menjawab bahwa Hitler seorang pembunuh yang membunuh secara sporadis tapi berhasil membawa Jerman menguasai banyak hal. Lalu dia bertanya lagi padaku; “Dari mana aku mendapatkan informasi itu” Saya pun menjawab: sumberku dari TV, internet dan pastinya buku-buku. Lalu dia berkata: ”Baiklah, pihak Inggris telah melakukan lebih dahsyat dari itu. Pihak Jepang semasa zaman Kekaisarannya dulu juga sama. Tapi kenapa dunia hanya menghukum Hitler dan meletakkan kesalahan bahkan memburuk-burukkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih ada hingga hari ini. Sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak Inggris kepada Scotlandia, pihak Jepang kepada dunia dan pihak Afrika Selatan kepada kaum kulit hitam mereka?”


Saya lantas meminta penjelasan lebih jauh darinya. Ia pun melanjutkan, katanya: “Ada dua sebab mengapa Hitler/Nazi selalu di pojokkan, yaitu:
Prinsip Hitler berkaitan dengan Yahudi, Zionisme dan berdirinya negara Israel. Hitler pun di tuduh telah melancarkan Holocaust untuk menghapus Yahudi karena beranggapan Yahudi akan menghancurkan dan menguasai dunia pada suatu hari nanti. Padahal Holocaust sendiri hingga kini masih menjadi pertanyaan besar, apakah memang benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Nazi.
Prinsip Hitler berkaitan dengan Islam. Hitler telah mempelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, bahkan beliau telah menyatakan bahwa ada tiga pengaruh yang terkuat, yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiga pengaruh ini telah menguasai dunia di masa lalu bahkan Persia serta Romawi telah mengembangkan pengaruh mereka hingga hari ini, sedangkan Arab sendiri sungguh sangat di sayangkan masih lebih kepada persengketaan sesama mereka saja. Dia melihat ini sebagai satu masalah yang besar, karena Arab akan merusak pengaruh Islam yang menurutnya dulu begitu hebat.


Atas rasa kagumnya Hitler pada pengaruh Islam, ia telah mencetak risalah yang berkaitan dengan Islam dan disebarkan kepada tentara Nazi semasa perang, bahkan kepada tentara yang bukan Islam.
Hitler juga telah memberi peluang kepada tentara Jerman yang beragama Islam untuk menunaikan shalat ketika masuk waktunya dimana saja, bahkan tentara Jerman pernah shalat di dataran Berlin dan Hitler ketika itu menunggu mereka sampai selesai shalat berjama`ah untuk menyampaikan pidatonya.
Hitler juga sering bertemu dengan para ulama Islam dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama atau bagaimana kisah Rasulullah SAW dan para sahabat.
Beliau juga meminta para Syeikh agar mendampingi tentaranya (Nazi) untuk mendoakan mereka yang bukan Islam dan memberi semangat kepada yang beragama Islam untuk melawan Yahudi.
Semua informasi ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh sahabat saya untuk tesis PhD-nya dan beliau meminta saya untuk tidak merubah atau menambahkan yang lainnya, agar tidak menyusahkannya pada saat memaparkannya nanti (seminar). Dia tidak mau saya campurkan dengan bahan dari sumber internet karena saya bukan pakar sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada disini mungkin sudah lama tersebar dan semua orang bisa melihatnya di internet.
Namun, saya sedikit “nakal” untuk tidak 100% mematuhi permintaannya. Karena ada juga sisi lain yang bisa menjelaskan tentang sosok Adolf Hitler sebagai pelengkap artikel ini. Dari sisi sebagai manusia biasa, dia tetaplah manusia yang memiliki sifat kemanusiaan dan rasa belas kasih terhadap sesama.
Berikut yang saya dapatkan:


1. Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.
Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler hendak menyampaikan pidato. Dia pun memerintahkan penasihat-penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang paling cocok dan mengandung arti yang luar biasa dari kitab agama, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang sastrawan Iraq yang tinggal di Jerman lalu mengusulkan ayat Al-Qur`an berikut ini:
“Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan” (QS. Al-Qamar [54] : 1)
Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalam pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir menguraikan bahwa ayat tersebut bermaksud kehebatan, kekuatan dan memberi maksud yang mendalam. Sebab dulu di zaman Rasulullah SAW pernah terjadi satu mukjizat dari beliau yaitu membelah bulan dengan jari telunjuknya.
Perkara ini dinyatakan oleh Hitler di dalam bukunya yang berjudul Mein Kampf, yang ditulis di dalam penjara. Dia menjelaskan bahwa banyak aspek tindakannya berdasarkan ayat Al-Qur`an, khususnya yang berkaitan dengan tindakannya terhadap kaum Yahudi.


2. Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar
Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar para tentaranya yang akan tamat belajar di akademi tentara Jerman. Berikut isinya:
”Aku bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan ini adalah sumpah suciku, bahwa aku akan mentaati semua perintah komandan tentera Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, pemimpin bersenjata tertinggi, bahwa aku akan senantiasa bersedia untuk berkorban dengan nyawaku kapanpun demi pemimpinku”


3. Hitler yang enggan meminum beer (arak)
Hitler tidak mau meminum beer (arak) pada saat dia cemas dalam keadaan Jerman yang agak goyah dan bermasalah. Contohnya adalah ketika para dokter meminta dia minum beer sebagai obat tapi dia tidak mau, sambil mengatakan; ”Bagaimana Anda ingin agar seseorang itu minum arak untuk tujuan pengobatan sedangkan dia tidak pernah seumur hidupnya menyentuh arak?”. Ya memang, Hitler tidak pernah menjamah arak sepanjang hayatnya. Minuman kebiasaan beliau hanyalah teh yang di racik secara khusus.


4. Hitler dan anak-anak
Sebagai sosok yang sering disamakan dengan figur yang menakutkan, kejam, tidak manusiawi dan pembunuh sadis, ternyata Hitler mempunyai sisi yang sebaliknya. Ia juga seorang pemimpin yang menyukai anak-anak sebagai wujud kemanusiaannya.
Sungguh, banyak peristiwa dan fakta sejarah yang disembunyikan di dunia ini. Entah apa alasannya, yang jelas ini tidaklah baik bagi perkembangan sejarah dunia. Bagaimanapun juga yang baik haruslah dikatakan baik dan yang salah harus dikatakan salah pula. Tidak boleh sebaliknya, apalagi disembunyikan. Sedangkan tujuan dari penulisan artikel ini tidaklah untuk membela apa yang pernah dilakukan oleh Adolf Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh banyak pihak – Barat khususnya – sebagai fakta sejarah. Semoga kita semua mendapatkan manfaat.
BACA SELENGKAPNYA - percakapan seorang sarjana dengan senior nya

Minggu, 07 Oktober 2012

situasi dan korban peperangan stalingrad


  pasukan jerman yang sedang melakukan serangan.


tentara jerman yang sedang menyiapkan strategi

  situasi pertempuran

situasi kota yang hancur

   situasi dalam pertempuran

  penembak jitu dan machine gunners jerman yang sedang mengamati situasi


infantry german 6 yang terkahir saat menahan serangan tentara soviet..!!

KORBAN-KORBAN STALINGRAD WAR dari pihak GERMANY maupun UNI SOVIET



















BACA SELENGKAPNYA - situasi dan korban peperangan stalingrad

di balik lencana pasukan nazi jerman

Ada beberapa lencana yang dipakai pasukan Schutzstaffel antara 1932-1945. Lencana-lencana ini disematkan di kerah baju sebelah kanan di atas tanda pangkat. Pengecualian untuk yang berpangkat Standartenfuhrer dan sejenisnya, lencana dan pangkat dipasang pada dua kerah bersama-sama. Pasukan SS juga menggunakan cuffbands, sleeve diamonds dan shoulder patched untuk menempelkan lencana-lencana tambahan yang lain. Lencana-lencana SS itu adalah:
SIG RUNES
Merupakan lencana yang umum di pakai oleh pasukan SS. Pertama kali dipakai oleh unit leibstandarte pada 1933. dan selanjutnya pada 1943, lambang ini diakui sebagai lambang khusus personel SS.
BLANK COLLAR PATCH
Mulai digunakan pada 1932 oleh pasukan pengawal markas besar SS. Pada 1934, simbol ini digunakan persOnel Gestapo dan SD (Sicherheitsdienst/Security Service). Pada 1939, insignia yang sama juga digunakan pasukan RSHA (Reichssicherheitshauptamt) dan SS-Hauptamter (pengawal kantor pusat SS).
NUMBERED SIG RUNES
Sama seperti lencana Sig Runes, namun tertera nomor di sisi kanan bawahnya. Digunakan mulai 1934 sampai 1938 oleh pasukan SSVerfugungstruppe. Angka-angka digunakan untuk membedakan nama resimennya. SS-1 untuk Resimen Deuthschland, SS-2 untuk Resimen Germania dan SS-3 untuk Resimen Das Reich.
AUXILIARY SS PATCH
Digunakan pada tahun 1944-1945 oleh anggotapasukan non SS tapi bertugas membantu pasukan SS terutama di bagian administrasi dan saat bertugas di kamp konsentrasi.
NUMBERED DEATH’S HEAD.
Sama seperti lencana Death Head, namun juga tertera nomor di sisi kanan bawahnya. Digunakan mulai tahun 1941 sampai 1945 oleh Divisi Totenkopf-SS. Nomor yang – menunjukkan resimen di mana ia bertugas. Nomor ini juga menandakan bahwa ia herkuasa penuh di kamp konsentrasi tersebut. Kebanyakan, yang menggunakan adalah personil Waffen-SS.
GENERAL SS PATCH.
Digunakan dari tahun 1930-1945 oleh semua anggota pasukan SS. Nomor yang tertera menunjukkan nomor resimen. Jika dikombinasi dengan cuffbands, bisa menunjukkan apakah si pemakai itu anggota abschnitt brigade) ataukah oberabschnitt (divisi).
DEATH’S HEAD.
Digunakan oleh personel SS yang bertugas di kamp konsentrasi. Setelah tahun 1941, juga digunakan Divisi Totenkopf-SS. (gat)

BACA SELENGKAPNYA - di balik lencana pasukan nazi jerman

Senin, 23 Januari 2012

Mantan Waffen SS [Eks Pasukan Hitler] Banyak Yang di Rekrut Belanda Untuk Melawan TNI Pada Zaman Perang Kemerdekaan RI



Di antara tentara-tentara Belanda yang datang ke Indonesia dan memerangi para pejuang kemerdekaan negara ini, ternyata sebagian di antaranya adalah mantan veteran Waffen-SS yang notabene menjadi ‘pengkhianat’ negaranya sendiri dalam Perang Dunia II yang berlangsung hanya beberapa tahun sebelumnya! Kebanyakan para prajurit yang telah banyak makan asam garam pertempuran di Front Timur ini berasal dari Divisi Grenadier Sukarelawan SS ke-34 ‘Landstorm Nederland’ (34. SS-Freiwilligen-Grenadier-Division Landstorm Nederland).
Fakta mengejutkan ini diungkapkan oleh mantan perwira intelijen Belanda Brine van Houten, yang berkata bahwa pemerintah Belanda terpaksa mengambil kebijakan ‘tidak populer’ tersebut karena memang saat itu sumber daya manusia yang siap dalam segi milter sangat terbatas disebabkan banyaknya yang telah tewas dalam perang, masih dalam penjara atau memang sudah tidak mau lagi mengurusi mesiu. Dikatakannya bahwa sebanyak 548 orang mantan Waffen-SS telah bertugas di Indonesia selama berlangsungnya Perang Kemerdekaan (1945-1949). Sebagian dari mereka bergabung sebagai bawahannya Raymond Westerling dan terlibat dalam pembantaian-pembantaian brutal yang dilakukannya terhadap rakyat sipil selama bertugas di Sulawesi. Sampai kematiannya, manusia durjana ini tidak pernah tersentuh oleh tangan hukum!
Sebenarnya, keterlibatan veteran Waffen-SS ini telah dipublikasikan untuk pertama kalinya oleh C. Van Esterik dalam artikelnya di NRC Handelsblad yang terbit pada tahun 1984. salah satu kutipannya berbunyi : “Salah satu perputaran sejarah yang menjadi ironi, ketika sebagian tentara yang bertugas di Indonesia demi membela tanah air mereka, hanya beberapa waktu sebelumnya ikut pula memerangi tanah tumpah darah mereka sendiri demi membela Adolf Hitler!” Seorang mantan perwira KNIL berkata bahwa tentara mantan sukarelawan Nazi itu dipercaya lebih berdisiplin dan tangguh dibandingkan dengan tentara Belanda biasa.
“Saya bertugas sebagai seorang perwira KNIL dari Brigade Infanteri Pertama di bawah Kolonel Thomson yang menjadi bagian dari Divisi ke-7 dan ikut dalam aksi-aksi ‘polisionil’ di Hindia. Bisa dibilang, prajurit-prajurit KNIL seperti kami adalah pasukan yang masih hijau dan belum pernah bertempur di Hindia sebelumnya. Karena itulah kami membutuhkan bantuan dari pasukan-pasukan mantan SS agar dapat menolong kami dalam menjelajahi alam Hindia yang masih asing.”

Sodara-sodara, keterangan selanjutnya dari si perwira KNIL ini benar-benar mengejutkan saya, karena dia bercerita bahwa dia pernah bertempur di Sukabumi (my beloved homeland), tepatnya di Cibadak! Kemungkinan besar peristiwa inilah yang kemudian terkenal sebagai Pertempuran Bojong Kokosan. Bayangkan, ada SS di Sukabumi! Mau makan mochi, Meneer? Inilah kutipannya :
“Dalam suatu aksi pertempuran, pasukan kami diturunkan ke Sukabumi di dekat Tjibadak dan mendapat perlawanan seru dari para ‘pemberontak’ (saya kutipkan seadanya apa yang dia katakan, termasuk yang menyakitkan hati sekalipun!). kami sendiri berada di bawah komando Baron Taets van Amerongen.”
“Suatu hari saya melihat salah seorang prajurit dari kompi kami yang sedang berolahraga pagi dengan hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada. Saya terkejut begitu melihat bahwa di bawah ketiaknya terdapat bekas jahitan luka yang sangat kasar seakan-akan dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman atau dalam keadaan terburu-buru. Jahitannya jarang-jarang, dan menimbulkan kesan mengerikan pada siapapun yang melihatnya.”
“Saya lalu bertanya pada si prajurit tersebut akan ‘luka’ yang dideritanya. Saya terkejut begitu tahu bahwa itu bukanlah luka yang didapatnya dari peperangan, melainkan akibat dari pengelupasan kulit secara sengaja dengan menggunakan pisau tajam! Tentu saja saya bertanya apa alasannya? Dia berkata bahwa dalam lapisan kulit tersebut telah tertera sebuah tato yang dia tidak ingin orang lain ada yang mengetahui atau melihatnya. Tato apakah itu? Tato yang sama yang disematkan pada setiap anggota Waffen-SS, yang menunjukkan dari mana dia berasal.”
“Saya tertegun. Saat itu hal tersebut adalah sesuatu yang benar-benar baru bagi saya, orang awam yang tidak mengerti politik. Yang saya tahu, orang-orang ini (warga negara Belanda yang menjadi sukarelawan Nazi) adalah orang-orang ‘hina’ yang telah memerangi kawan sebangsanya demi memenuhi keinginan bangsa asing, dan kini mereka berada dalam satu kesatuan dengan saya!”
Setiap anggota dari Waffen-SS memang berbeda dengan kesatuan Jerman lainnya dalam hal masing-masing mereka mendapat ‘cenderamata’ tato yang diletakkan di bawah ketiak, tato yang menerangkan golongan darah mereka. Gunanya adalah dalam waktu pertempuran dan mereka terluka, maka akan mudahlah bagi tim medis untuk memberikan transfusi darah yang diperlukan dengan hanya menyingkapkan ketiaknya dan mendapati golongan darah si prajurit tersebut tertera disana.
“Ketika saya tanyakan bagaimana dengan teman-teman dia lainnya yang juga merupakan veteran Waffen-SS yang direkrut ulang oleh Belanda, dia menjawab bahwa dia tidak tahu mengenai hal itu, karena mereka dipisah-pisahkan dalam unit lain. Ada yang tetap bertugas di Belanda, dan ada juga yang dikirim ke Indonesia.”
“Saya adalah keturunan Yahudi Belanda dan beberapa anggota keluarga saya telah ‘musnah’ di kamp konsentrasi Jerman. Kini saya memerangi orang Indonesia dengan dibantu oleh tentara-tentara yang pernah mengabdi pada Hitler! Apapun alasannya, saya tetap tidak bisa menerimanya. Saya langsung melaporkan hal tersebut ke atasan saya, Taets van Amerongen.”
“Ketika saya menceritakan kepadanya apa yang saya ketahui, tak disangka dia langsung begitu marahnya. ‘Kau tak punya hak apapun dalam hal ini!’ semprotnya, dan dia langsung menutup pintu. Aku tak menyerah, dan tetap melaporkan hal yang sama pada seorang sersan dari kesatuan Polisi Militer yang kebetulan lewat. Dia sama terkejutnya denganku, dan berjanji akan menceritakan hal ini pada staffnya yang berada di Buitenzorg (Bogor). Sekitar dua minggu kemudian datanglah seorang kapten dari Polisi Militer dan menyuruhku menghadap.”
“Dia berkata bahwa dia telah menyelidiki apa-apa yang telah kukatakan sebelumnya kepada si Sersan, dan mendapati bahwa hal itu adalah benar adanya. ‘Tapi kita tidak dapat melakukan apa-apa dalam soal ini,’ katanya. Karena semuanya telah diatur oleh pemerintahan Belanda di Den haag dan merupakan kebijakan resmi yang sengaja ditutup-tutupi demi menjaga jangan sampai ada gejolak dalam masyarakat.”
Dari artikel Esterik juga disampaikan sebuah memoranda dari sumber anonim :
“Pengambil keputusan tidak populer ini beralasan bahwa sesungguhnya kemampuan para mantan Waffen-SS ini akan lebih berguna bila diberdayakan kembali daripada menumpulkannya dengan cara memasukkan mereka ke dalam tahanan sampai berkarat. Ketika ditawari pilihan tersebut, kebanyakan para mantan Waffen-SS ini pun bersedia untuk mendarmabaktikan kemampuannya yang berharga demi tanah air Belanda tercinta. Mereka beralibi bahwa mereka masih tetap mencintai negaranya, dan tindakannya di masa lalu yang membela musuh negaranya semata karena kecintaan mereka pada agama kristen yang membuat mereka memerangi komunis Rusia. Cara satu-satunya adalah dengan bergabung dengan SS Nazi. Inilah saat yang tepat untuk merehabilitasi mereka dan memberi kesempatan untuk menebus kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan. Cukup berikan senjata, latih secukupnya selama beberapa minggu dalam penggunaan senjata-senjata bekas Sekutu, dan kirimkan mereka untuk bertempur di Hindia Belanda. Perekrutan dilakukan secara sukarela, dan kita boleh berharap antara 15.000 sampai dengan 30.000 para prajurit terlatih dan berpengalaman dari SS ini yang mendaftar untuk bergabung dengan tujuan kita. Sebagian besar dari mereka akan berperan sebagai pasukan pelopor/serbu, sesuai dengan fungsi mereka di masa lalu.”
Dari ‘nada suara’ memoranda tersebut, bisa terlihat bahwa yang menulisnya adalah orang dalam sendiri yang tahu persis mengenai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda, atau bahkan mungkin yang menjadi pencetusnya. Seorang mantan perwira intelijen Brine Wood malah yakin bahwa pihak yang berinisiatif untuk memakai jasa para mantan pasukan sukarelawan SS untuk bertempur di Indonesia adalah Gereja Katolik Roma! Kenyataannya tak akan pernah kita ketahui (setidaknya sampai saat ini), karena pengarang memoranda tersebut tetap meminta namanya untuk disamarkan.
Dalam artikelnya yang menggemparkan tersebut, Esterik menyimpulkan, yang diambil dari hasil observasinya selama ini :
“Tak ada satupun dari dokumen-dokumen yang kini telah menjadi arsip negara ini yang menyebutkan siapa penggagas kebijakan untuk menggunakan jasa militer para mantan Waffen-SS, bahkan tak secuilpun indikasi yang mengarah kesana. Yang jelas, siapapun pencetusnya maka dia pastilah orang yang mempunyai kuasa yang cukup besar sehingga mampu meloloskan kebijakan rehabilitasi para tahanan politik kontroversial ini dengan diam-diam setelah sebelumnya mendapat persetujuan dari Angkatan Bersenjata Belanda. Hanya sebatas inilah yang saya ketahui, sedangkan siapa dia, kapan dikeluarkannya, dalam level apa kebijakan ini keluar, masih berada dalam kabut gelap yang tak satupun yang mengetahuinya, atau diizinkan untuk mengetahuinya.”
Sampai hari ini, salah satu lembaran hitam sejarah Belanda ini masih tertutup selimut misteri yang tak terungkap…
BACA SELENGKAPNYA - Mantan Waffen SS [Eks Pasukan Hitler] Banyak Yang di Rekrut Belanda Untuk Melawan TNI Pada Zaman Perang Kemerdekaan RI

Rabu, 30 November 2011

kursk battle 5 july 1943

Dalam pandangan Soviet, pertempuran Kursk merupakan titik balik yang menentukan dalam perangnya melawan Jerman Nazi. Karena sejak pertempuran satu minggu di bulan Juli 1943 itu, inisiatif peperangan telah beralih seterusnya ke tangan Rusia. Pertempuran tank yang merupakan perang kavaleri modern terbesar dalam sejarah itu karena begitu banyak melibatkan tank dari kedua belah pihak juga mencatat mulai dipakainya tank baru Jerman jenis Panther dan Tiger. Mereka harus menghadapi ribuan tank T-34 dan KV-1 Soviet yang terkenal tangguh.
Medan perang di Kursk itu sendiri merupakan hasil ofensif musim dingin 1942-43 oleh Jerman, yang menyisakan wilayah tonjolan yang berpusat di kota Kursk, pusat persilangan kereta api penting, sekitar 800 km selatan Moskow. Kawasan yang menjorok ke wilayah yang dikuasai Jerman itu lebarnya 190 km dan dalamnya 120 km, memotong wilayah Army Group South pimpinan Marsekal Erich von Manstein dengan Army Group Center yang dipimpin Marsekal Gunther von Kluge.
Tank berat Soviet dari jenis NV-1. Meriam, kaliber 76 mm yang dibawanya tergolong ampuh. Sayang, tank ini kerap macet
Tank berat Soviet dari jenis NV-1. Meriam, kaliber 76 mm yang dibawanya tergolong ampuh. Sayang, tank ini kerap macet
Setelah hancurnya Tentara Keenam Jerman di Stalingrad Januari 1943, Soviet mulai melakukan ofensif balik meski masih terbatas. Sebaliknya Jerman juga mencari peluang untuk mealnacarkan ofensifnya kembali, sekaligus menghentikan ofensif Soviet. Jerman melihat Kursk sebagai sasaran yang tepat. Ofensifnya diberi nama Operasi Zitadelle (perbentengan kota. “Ofensif ini sangat menentukan artinya. Kemenangan atas Kursk akan menjadi sinyal bagi dunia!” demikian Adolf Hitler dalam perintah operasinya, April 1943. Hitler ingin membuktikan bahwa kavaleri Jerman dengan tank-tank barunya tetap perkasa seperti semula. Bahkan is merehabilitasi Kolonel Jenderal Heinz Guderian, ahli perang tank yang tadinya dia singkirkan setelah kekalahan Jerman di depan Moskow akhir 1941. Guderian diangkatnya sebagai inspektur jenderal seluruh pasukan berlapis baja.
Dalam rancangan operasi, dari utara Tentara Kesembilan Jenderal Walther Model akan menuju Kursk, sedangkan dari selatan Tentara Lapis Baja Keempat pimpinan Jenderal Hermann Hoth. Dengan jepitan yang akan menghancurkan tentara Soviet, Jerman mengharapkan dapat mengambil alih lagi inisiatif peperangan. Tentara Model diperkuat dengan 1.200 tank, termasuk Panther dan Tiger serta assault gun Ferdinand. Begitupula serangan dari selatan didukung 1.500 tank, terutama dari Korps Panser SS Ke-2, yang terdiri dari tiga divisi tank SS Totenkopf, SS Adolf Hitler, dan SS Das Reich.
Namun apa yang direncanakan Jerman itu tak lupus dari pemikiran Soviet, yang memperkirakan Jerman akan melakukan ofensif kavaleri besar-besaran, “…yang mungkin akan terdiri dari 13 hingga 15 divisi tank,” demikian ramalan Marsekal Georgi Zhukov. la cenderung untuk memperkuat pertahanan yang mampu menyerap serbuan Jerman, lalu melancarkan ofensif balasan pada front-front lain. Sedangkan Stalin lebih menyukai dilakukannya serangan pendadakan terlebih dulu. Tetapi karena pihak Soviet tidak siap untuk melancarkan ofensif terlebih dulu, maka saran Zhukov diterima. Segera garis pertahanan yang berlapis-lapis dibangun, termasuk membuat jebakan tank.
BRIEFIENG - Seorang perwira Rusia memberikan briefing; kondisi medan tempur dengan sejumlah pasukan lapangan. Salah satu pasukan yang berada di sebelah kiri perwira bisa dipastikan merupakan awak tank Soviet. Ini dikenali dari helm yang dipakai. Foto dibawah ini diambil di sekitar wilayah pertahanan Voronezh, 1943.
BRIEFIENG - Seorang perwira Rusia memberikan briefing; kondisi medan tempur dengan sejumlah pasukan lapangan. Salah satu pasukan yang berada di sebelah kiri perwira bisa dipastikan merupakan awak tank Soviet. Iini dikenali dari helm yang dipakai. Foto dibawah ini diambi di sekitar wilayah pertahanan Voronezh, 1943.
Datangkan bantuan
Ternyata rencana ofensif Jerman tertunda-tunda karena Hitler mau memastikan bahwa produksi tank barunya berjalan lancar. Namun penundaan ini berarti memberi kesempatan bagi Rusia membangun pertahanannya, sehingga baik Manstein, Kluge, maupun Model mulai cemas, ditambah lagi Guderian selaku Irjen Pasukan Lapis Baja menyatakan tank Panther masih mengalami masalah teknis dan dia tidak berhasrat untuk mengirimkannya kefront timur. Seraya menunggu datangnya perintah menyerang, Model memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan Montgomery di El Alamein, yaitu infanteri rang didukung tembakan artileri akan membuka celah-celah yang dapat diterobos kavalerinya. Sedangkan Manstein yang dibantu Hoth dan Kempf punya taktik lain, Yakni memusatkan pasukan lapis bajanya pada celah sempit sehingga cepat merangsek dengan daya tembak tinggi.
SS-Pasukan Waffen-SS menumpang tank Pz Kpfw III. Sampai Juli 1943 satuan Watten SS berkembang menjadi satuan yang sangat kuat dengan komposisi tiga divisi serta diperkuat oleh 390 unit tank plus 104 unit meriam serang (assault gun)
SS-Pasukan Waffen-SS menumpang tank Pz Kpfw III. Sampai Juli 1943 satuan Watten SS berkembang menjadi satuan yang sangat kuat dengan komposisi tiga divisi serta diperkuat oleh 390 unit tank plus 104 unit meriam serang (assault gun)
Ofensif Jerman dilancarkan subuh 5 Juli dengan bombardemen artileri. Namun rencana ini diketahui Soviet yang memperoleh informasi dari Sekutu. Inggris berhasil menyadap rahasia Jerman melalui Ultra, alas pemecah kode rahasia yang dimilikinya. Karena itu Soviet pun mendahului dengan menghujani tembakan artileri. Dengan demikian unsur pendadakan Jerman pun hilang sudah. Serangan dari utara dirintis oleh tank dan pasukan panzergrenadiers, lalu disusul gerak besar besaran tank Tiger dan Ferdinand serta ratusan tank Panzer IV serta infanteri. Namun Soviet yang tabu bahwa akan ada ofensif Jerman, telah menyebar ranjau antitank. Akibatnya tank-tank Jerman banyak yang terjebak. Hari pertama serbuan ini, sekitar 100 tank Jerman lumpuh hanya disebabkan oleh ranjau.
Tim senapan mesin Jerman sedang mengamati kondisi garis depan. Senapan mesin yang dipakal adalah dari jenis MG 34 dengan fasilitas teropong plus dudukan tripod. M834 merupakan senapan mesin standar bagi pasukan darat Jerman selama PD II dengan kemampuan daya sembur peluru antara 800 sampai 900 peluru permenit
Tim senapan mesin Jerman sedang mengamati kondisi garis depan. Senapan mesin yang dipakal adalah dari jenis MG 34 dengan fasilitas teropong plus dudukan tripod. M834 merupakan senapan mesin standar bagi pasukan darat Jerman selama PD II dengan kemampuan daya sembur peluru antara 800 sampai 900 peluru permenit
Namun Jerman maju terus, bahkan ujung tombak yang berupa tank-tank Tiger jauh meninggalkan tank-tank medium di belakangnya, sehingga posisi mereka malah berbahaya karena ‘terdampar’ tanpa proteksi pasukan lainnya. Esok harinya Model menyerang lagi, tetapi masih saja terbentur garis pertahanan Rusia yang kokoh. Akibatnya pasukan Jerman hanya mampu maju sejauh 10 km dengan korban 25.000 pasukan serta 200 tank. Pihak Soviet yang dipimpin Konstantin Rokossovsky juga berupaya maju dengan tanknya, namun ironisnya mereka terhalang oleh ranjau mereka sandiri.
TIGER -Tank PzKpfw VI Tiger I milik satuan lapis Baja 2nd SS Panzergrenadier Division Das Reich dalam pertempuran Kursk. Divisi ini dipimpin oleh perwira SS (M-Gruppenfuhrer) Walter Kruger dan merupakan satuan terkuat dari tiga satuan lapis baja SS yang digelar Jerman.
TIGER -Tank PzKpfw VI Tiger I milik satuan lapis Baja 2nd SS Panzergrenadier Division Das Reich dalam pertempuran Kursk. Divisi ini dipimpin oleh perwira SS (M-Gruppenfuhrer) Walter Kruger dan merupakan satuan terkuat dari tiga satuan lapis baja SS yang digelar Jerman.
Di front selatan, posisi Manstein lebih lumayan meski tidak sesuai dengan harapan semula. Soviet mencium gelagat bahwa Jerman akan unggul karena Korps Panser SS Ke-2 secara masif bergerak ke kota Prokhorovka. Zhukov pun buru-buru mendatangkan bola bantuan, berupa pasukan kavaleri dari Tentara Kelima yang dipimpin Kolonel Jenderal Pavel Rotmistrov. Dengan ratusan tanknya dari tiga korps, dia harus menempuh perjalanan sejauh 200 mil melalui wilayah kering yang terbuka. Pasukan besar ini kala bergerak di siang hari harus dilindungi pesawat tempur. Mereka menggelinding siang-malam dalam cuaca teramat panas, dengan debu yang menyelimuti jalan mereka. Saking tebalnya debu sehingga matahari pun sulit terlihat.
Pertempuran hebat
Kavaleri Jerman dari Korps Panser SS yang dipimpin jenderal Paul Hausser merasa segera akan berhasil menerobos pertahanan Soviet di Prokhorovka. Pertempuran tank berlangsung sengit. Nikita Kruschev yang di kemudian hari di front tersebut menyatakan, “…dua hari ke depan akan dahsyat, entah kami yang mampu bertahan ataukah Jerman yang merebut Kursk”. Sementara itu 850 tank Rotmistrov yang sebagian besar tipe T-34 yang baru tiba setelah berjalan 200 mil, langsung terjun ke medan tempur menghadapi pasukan tank SS. Hausser mengerahkan seluruh kekuatan tanknya, termasuk sekitar 100 Tiger. Tetapi jumlahnya masih kalah banyak dibandingkan tank Rusia.
SS PANZER – Foto jaerak dekat menggambarkan pergerakan satuan lapis baja SS menuju garis depan. Fotografer berada di atas ranpur angkut personel Sd. Kfz 251. Sementara di sebelah kanan adalah tank Pz Kpfw II.
SS PANZER – Foto jaerak dekat menggambarkan pergerakan satuan lapis baja SS menuju garis depan. Fotografer berada di atas ranpur angkut personel Sd. Kfz 251. Sementara di sebelah kanan adalah tank Pz Kpfw II.
Tanggal 11 Juli kedua kekuatan lapis baja yang seimbang berhadap-hadapan. Setiap gerakan mereka selalu menebarkan debu tebal karena permukaan tanah subur Ukraina yang lagi kering. Matahari di timur di belakang tank Soviet membuat para juru tembak tank Jerman kesilauan, melihat barisan tank Jerman. Korps Tank ke-18 Soviet maju menghadapi Divisi Totenkopf SS, sedangkan Korps ke-29 mendekati Divisi Tank SS Adolf Hitler. Bunyi gemuruh mesin dan rantai tank sungguh menggetarkan.
Barisan Infanteri Soviet dengan SMG PPSh bergerak menuju garis depan Kursk. Pada tampak depan adalah tank Soviet T-34/76. Pda bagian kubah tank terdapat tulisan yang berarti ”untuk ibu pertiwi” (for motherland)
Barisan Infanteri Soviet dengan SMG PPSh bergerak menuju garis depan Kursk. Pada tampak depan adalah tank Soviet T-34/76. Pda bagian kubah tank terdapat tulisan yang berarti ”untuk ibu pertiwi” (for motherland)
Ketika jarak tembak semakin dekat, mulailah kedua pihak saling menembak dengan dahsyat. Ribuan tank bertempur dalam jarak dekat, saling tembak atau saling tabrak. Terkadang sulit mengenali mana kawan mana lawan. Tembakan jarak dekat acap mengenai tank kawan sendiri. Karena siapa duluan menembak, dia ada peluang untuk selamat. Banyak tank yang sampai kehabisan peluru. Pertempuran ini begitu ganas dan kejam. Para awak tank yang selamat langsung disapu dengan sanapan mesin. Asap hitam dan kobaran api dari tank-tank yang binasa tampak di mana-mana.
Pertempuran hebat dengan jarak antar tank cukup rapat, membuat sulit bagi kedua pihak untuk membantu tank mereka melalui kekuatan udara maupun tembakan artileri. Esoknya, lanjutan baku hantam menunjukkan pasukan tank Jerman agak terdesak mundur dan harus melepaskan tempat-tempat yang sebelumnya mereka kuasai. Kota Prokhorovka dan sekitarnya telah berubah menjadi kuburan ratusan tank, banyak di antaranya yang masih dijilati api.
Kerugian kedua pihak amat besar. Hausser kehilangan 350 hingga 400 tank, termasuk lebih dari dua pertiga tank Tigernya. Sedangkan sisanya dalam kondisi buruk, sulit untuk melakukan serangan lagi. Tank terpisah-pisah dari kesatuan masing-masing dan menjadi tidak terorganisasikan lagi. Hausser melapor kepada Manstein bahwa serangan lebih jauh sudah tak terjangkau oleh Korps Panser SS. Di pihak Soviet, sekitar 350 tanknya juga hancur, Sedangkan jumlah tank yang masih mampu bertempur, lebih banyak daripada yang dimiliki Jerman. Tetapi pasukan tank Rotmistrov pun juga porak poranda formasinya. Sehingga tugasnya untuk melakukan penetrasi lebih jauh terhadap posisi Jerman pun tidak tercapai.
Pertempuran tank yang melibatkan sekitar 1.200 tank itu secara taktis tak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Keduanya babak belur. Sedangkan dari segi strategis, Operasi Zitadelle Jerman telah gagal. Hitler pun mengakui dengan memerintahkan penghentian operasi pada 13 Juli. Sebagaimana ditegaskan oleh Hitler dalam perintah operasinya bahwa kemenangan di Kursk akan memberi sinyal pada dunia, sinyal itu pun memang telah diberikan.
Hanya saja yang memberikan bukanlah Jerman, melainkan Soviet. Inisiatif strategis peperangan di Ostfront, kini beralih dipegang oleh Soviet. Pelan tetapi dengan kecepatan yang kian bertambah, kontra-ofensif pihak Soviet segera terasa. Dalam tempo enam minggu Tentara Merah maju 160 km, sementara Jerman, baik di utara maupun selatan tonjolan Kursk semakin terdesak mundur. Kehebatan seorang Manstein pun akhirnya tak berdaya melawan tekanan Soviet, paling jauh hanyalah menunda-nunda kekalahan Jerman di Front Timu
BACA SELENGKAPNYA - kursk battle 5 july 1943

Kamis, 10 November 2011

beberapa fakta tentang ADOLF HITLER yg jarang diketahui oleh orang.

 






 * Bercita-cita jadi seorang Pelukis/Seniman. Tetapi Ayahnya ingin dia jadi Pegawai Negeri jadinya dia di gebukin melulu dan dimasukin ke sekolah akademik dan bukan seni.

*Ibunya selalu menginginkan yang terbaik buat Hitler dan memberikan kasih sayang yang besar untuk Hitler. Ibunya selalu memeluk Hitler sehabis dipukuli ayahnya dan Sepanjang hidupnya Hitler selalu membawa foto ibunya didalam sakunya sampai akhir hayatnya.


*Hitler sebenarnya anak yang pandai di sekolah tetapi dia tidak suka sekolah akadmis dan lebih ingin masuk sekolah seni. Akhirnya dia malas2xan dan rapornya mendapatkan nilai jelek. Ayahnya sangat marah kepadanya dan memukulinya habis2xan. Hitler memutuskan meninggalkan sekolah pada usia 15 thn dengan mendapat dukungan ibu nya, dia memutuskan mengadu nasib ke Wina untuk hidup sebagai seorang seniman.


*Ikut test buat bea siswa di Universitas seni di Wina, tetapi profsor yang ngujinya bilang dia lebih
cocok jadi Arsitek dibanding Seniman. Sialnya gak keterima karena dia gak punya pendidikan Tekhnik yang dibutuhin.


*Jadi gelandangan selama 5 thn, hidup di rumah kumuh di Wina, tinggal bersama keluarga Yahudi
dalam sebuah rumah sempit dengan 6 orang lainnya.


*Menjadi pelukis jalanan dan menerima makanan sumbangan dari Gereja. Karena kasihan dengan
Hitler seorang Yahudi yang berbisnis jual beli barang seni bernama Max Rothman mengambil Hitler sebagai pegawainya. Dia ditugaskan melukis untuk kartu pos dan mendapatkan upah minimum.


*Ketika PD 1 pecah, dia menjadi Sukarelawan pasukan Bavaria (Prusia) walaupun dia sebenarnya WN Austria dan bukan Jerman. Dia sebelumnya melamar masuk jadi prajurit Austria tetapi di tolak karena tidak lolos tes kesehatan, laporan kesehatan nya yang masih ada sampai sekarang menyebutkan bahwa Hitler terlalu lemah untuk membawa perlengkapan standar militer yang seberat 48 kg saat itu dan berjalan sejauh 5 km. Dia juga tidak mampu mengangkat "Riffle" gun dalam waktu yg lama. Dia juga disebutkan mengalami malnutrisi karena bertahun2x tidak mendapatkan gizi yang cukup.


*Ketika Resimennya dikirim ke garis depan, mereka terkena tembakan Artileri pasukan perancis dan 600 orang hanya 32 yang selamat dan termasuk Hitler. Dia selamat karena badannya yang kecil tidak kuat membawa ransel tentara yang besar sehingga jalannya dibelakang resimennya.
*Karena tubuhnya yang kecil dan larinya yg cepat, dia mudah melalui parit2x pertahanan yang sesak dan sempuit, Hitler ditugaskan menjadi pengirim pesan. Suatu kali paritnya diserang gas beracun, tetapi Hitler tidak berada ditempat karena sedang mengantar pesan. Dia terlambat kembali gara2x menyelamatkan seekor anjing Herder jerman yang dibawanya bersamanya. Selamatlah Hitler dari serangan Gas beracun.
*Hitler walaupun tidak disukai oleh sesama prajurit dan karena tubuhnya yang kecil dibandingkan
rata2x prajurit Jerman, maka dia sering menjadi bahan tertawaan. Tetapi keberaniannaya diakui oleh para atasannya. Hitler menerima 6 medali tertinggi untuk keberanian yaitu The Iron Cross. Dia
seringkali harus berlari menghindari tembakan senjata musuh hanay demi mengirimkan surat kepada komandan di garis depan.


*Suatu kali juga, Hitler sedang duduk didalam kemahnya bersama prajurit yang lain, kemudian Anjing Herder itu lepas dan Hitler mengejarnya sambil jatuh bangun. Prajurit2x yang lain mentertawakan kejadian itu, dan Hitler pun kesal. Akhirnya dia menyeret anjingnya keluar untuk di tembak. Sesaat setelah Hitler keluar dari tenda dan membawa Anjingnya, Artileri Berat menghantam Kemah itu dan seluruh anggota Pletonnya tewas hanya tersisa Hitler seorang saja.


*Di akhir PD 1, dia terkena serangan gas mustard tetapi tidak menewaskan dirinya, hanya membutakan matanya sementara akibat dia telat menggunakan masker. Dia berlari kemana anjingnya menuntunnya dan kemudian tersangkut dikawat berduri. Dia selamat karena menjauhi arah hembusan angin yg membawa gas beracun.


*Dikabarkan bahwa dokter telah mendiagnosa bawha Hitler akan buta selamanya seperti prajurit lain yang terkena gas mustard, tetapi karena Hitler menangis terus menerus selaam beberapa hari ketika mendengar kekalahan Jerman, hal ini membuat matanya yg masih dibungkus perban menjadi lembab dan ketika dokter membuka perban itu, Hitler dapat melihat.


*Seorang Kapten atasan Hitler pada PD1 berkata bahwa Hitler tidak akan mampu memiliki karir
cemerlang dibidang militer karena Hitler tidak memiliki attribut kepemimpinan dan tidak akan bisa jadi seorang pemimpin.


*Hitler adalah seorang pemalu, walaupun dia mampu berbicara berapi-api dihadapan ribuan orang, tetapi dia memiliki kecenderungan untuk canggung berhadapan 1-1 dengan lawan bicaranya.


*Hitler adalah seorang Vegetarian (walaupun terkadang dia makan daging, atas saran dokternya), tidak minum bir atau alkohol (hanya minum Wine sesuai saran dokternya) dan tidak merokok. Dia sangat Anti-Rokok dan dimana dia berada tidak boleh ada asap rokok, walaupun dia tidak mengeluarkan larangan untuk rokok tetapi seperti sudah diketahui umum bahwa tidak boleh merokok di tempat umum terutama di Berlin dan Munich kalo tidak mau di ciduk sama SS.


*Hitler menawarkan sebuah jam tangan emas bagi para bawahannya yang bisa menghentikan kebiasaan merokok mereka. Ketika Hitler bunuh diri, sebagian besar perwira militer di bunkernya langsung menyalakan rokok dan menghisap rokok untuk meredakan ketegangan karena saat itu Berlin sudah dikepung tentara merah Sovyet.


*Hitler tidak mengijinkan perburuan binatang untuk diambil bulunya, dia memerintahkan pasukan Nazi untuk menggunakan bahan sintetis sebagai selimut dan jubah musim dingin.


*Hitler acap kali mengambarkan proses penyembelihan binatang dan proses pengolahan daging secara eksplisit dan mengajak agar orang lain tidak memakan daging dan menjadi vegetarian seperti dirinya.


*Hitler memerintahkan martin borman untuk membuat rumah kaca khusus sebagai tempat
menumbuhkan sayuran dan buah2xan untuk di konsumsi Hitler.


*Hitler pernah berkata bahwa Orang yang lebih dia benci dari Orang Yahudi adalah suami yang
memukul Istrinya/anaknya dan menelantarkan keluarganya. Menurut Dia orang jenis ini harus di
hukum mati.


*Walaupun orang menganggapnya Diktator yg bisa berbuat apa saja, tetapi Hitler hanya memiliki uang sejumlah 180,000 Reichmark saja di dalam tabungannya. Itu semua didapatkannya dari penjualan buku dan gajinya sebagai Reichchancelor selama 12 thn. Dia tidak pernah mengambil sepeser pun uang negara dan menkontribusikan apapun yang dia punya unutk 3rd Reichnya.


*Hitler sangat mengagumi Mussolini dan menjadikan Mussolini sebagai Idolanya sampai dia bertemu langsung dengan Mussolini dan merubah pandangannya soal ini.
*Hitler adalah seorang Protestant walaupun terlahir dari sebuah keluarga Catholic. Dia mengidolakan Martin Luther sebagai seorang Reformator sejati.
*Walaupun sering digambarkan mengenakan seragam militer, Hitler tidak pernah mengenyam
pendidikan militer apapun dan pangkat terakhir Hitler didalam bidang Militer adalah seorang Kopral.
*Seragam Coklat SA dan Hitler Youth di rancang oleh Hugo Boss pada thn 1933. Dikemudian hari
Hugo Boss juga mengerjaakan pembuatan seragam hitam SS. Hitler sangat menyukai seragam yang dirancang Hugo Boss dan mereka mendapatkan sebagian besar kontrak pembuatan seragam Nazi.


*Hitler menginginkan sebuah mobil "murah meriah" bagi rakyatnya, dia mengambarkan konsep mobil yg di inginkannya diatas selembar kertas tissue pada sebuah acara makan malam dan diberikan kepada Dr Ferdinand Porsche untuk membuatnya. Mobil ini dikemudian hari dikenal dengan nama VW
BACA SELENGKAPNYA - beberapa fakta tentang ADOLF HITLER yg jarang diketahui oleh orang.